Tampilkan postingan dengan label KATIK RANGKAI BASA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KATIK RANGKAI BASA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Oktober 2016

Katik Rangkai Basa



engkaulah ricik dari setiap nafasku yang megalir
engkau ubun-ubun yang terlahir lewat  getar dawai syair

Sejak waktu itu
ketika almanak menjatuhkan tubuhnya pada angka dua belas
Bulan ke-delapan tahun duaribu empat belas
Engkau meminagku
Di hadapan penghulu disaksikan malaikat berwajah sendu
Menjadikanku kebun dari usiamu

Kuterima engkau, Katik Rangkai Basa
Melalui shalat-shalat malam yang senyap
Kuterima engkau menjadi pakaianku
Menjadi imam dari setiap  penjuru mata angin
Dengan mas kawin kedamaian di setiap musim

Engkau yang tak akan raib dari ingatan
Hingga nyawa tercerai dari badan
rahim ini terlanjur bermukim di mimpimu, Katik Rangkai Basa

Trimurjo 2014


Selasa, 02 Juni 2015

Untukmu yang Lembut Hatinya; Katik Rangkai Basa



Maaf jika cintaku tidak bisa kubahasakan dengan istimewa
Lewat dayu syair atau majas-majas hiperpola
Namun ketahuilah,
Tidak sedetikpun kulalui hari tanpa mengingatmu.
Betapa jiwa ini merana kala jarak memisahkan kita

Engkau yang beberapa waktu  lalu masih asing,
Kini menjadi orang yang paling mengenal dan memahamiku
Menjadi  pendamai jiwa
Kala kepiluan datang melanda
Menjadi penyejuk hati
Kala kerikil kehidupan datang menghampiri

Engkau yang lembut hatinya
Yang santun lakunya
Terimakasih sudah menjadi penyejuk jiwa.



Lampung, 31 Oktober 2014


Untuk Panjenengan, Uda Taufiq Hidayat Nazar

Hari hari bertabur cinta
Meki masih hitungan hari
Namun kau telah menaburkan beribu bahagia di hati

Kau benar, cinta memang bukan masalah usia
Bukan juga tentang kata-kata cinta fatamorgana
Yang  diumbarsebelum mitsaqon ghaliza tiba

Sebab cinta adalah tentang ketenangan hati
Saat berdampingan dengan belahan hati
Untuk menggapai ridha-Nya kala meniti hari demi hari

Cinta juga tentang ketulusan
Dan bersinergi untuk saling melengkapi kekurangan
Agar selaras mengarungi melodia zaman

Cinta juga tentang berbagi
Dan tidak perlu mengungkit apa yang telah kita beri
Sebab kebaikan selalu mengerti
Ke arah mana ia akan kembali

Jika bening embun dapat menyejukkan pagi
Maka engkau adalah rinai hujan yang turun setelah gersang merajam bumi
Jika ricik air dapat menghapus tiap-tiap dahaga
Maka kehadiranmu  adalah obat kepiluan jiwa

Untuk panjenengan, Uda Taufiq Hidayat Nazar
Terimakasih telah membersamai
Menjadi suami sekaligus sahabat hati yang selalu siap kuajak berbagi.

Uhibbuka hubban syadidan, yaa zawji,yaa habibi albi.  :’)

Kepada Nafasmu; Katik Rangkai basa

Maaf jika cintaku tidak bisa kubahasakan dengan istimewa
Lewat dayu syair atau majas-majas hiperpola
Namun ketahuilah,
Tidak sedetikpun kulalui hari tanpa mengingatmu.
Betapa jiwa ini merana kala jarak memisahkan kita
Betapa hati ini pilu kala terbangun tengah malam dan tak ada kau di sampingku.

Engkau yang beberapa bulan lalu masih asing,
Kini menjadi orang yang paling mengenal dan memahamiku
Menjadi  pendamai jiwa
Kala kepiluan datang melanda
Menjadi penyejuk hati
Kala kerikil kehidupan datang menghampiri

Engkau yang lembut hatinya
Yang santun lakunya
Terimakasih sudah mencintaiku apa adanya



Lampung, 31 Oktober 2014